Permohonan Maafku Untukmu
Mungkin kata "maaf" terasa sudah terlalu sering kau dengar dariku. Dan aku tahu, setiap kali kata itu keluar dari mulutku, kau bertanya dalam hati apakah kali ini sungguh-sungguh? Aku mengerti keraguanmu. Aku mengerti rasa kecewamu. Karena masa laluku memang telah menyakitimu lebih dari yang pantas kau terima.
Aku tidak akan mencari alasan. Tidak ada pembenaran untuk hal-hal yang telah kulakukan dan membuatmu terluka. Kau adalah wanita yang luar biasa kau layak mendapatkan suami yang lebih baik, yang menjagamu, yang membuatmu merasa aman dan dicintai setiap hari. Dan aku gagal memberikan itu padamu.
Tapi satu hal yang ingin kau tahu kesadaranku ini bukan hanya sekadar penyesalan sesaat. Ini adalah kebulatan tekad. Aku sudah melihat bagaimana rasa sakitmu mengubah senyummu, bagaimana kepercayaanmu padaku perlahan pudar. Dan itu menghancurkan hatiku lebih dari apapun di dunia ini.
Aku ingin berubah. Bukan karena aku takut kehilanganmu meskipun ya, aku sangat takut kehilanganmu tapi karena kau PANTAS mendapatkan versi terbaik dariku. Kau pantas mendapatkan suami yang membuatmu bangga, yang kau ceritakan kepada teman-temanmu dengan mata berbinar, yang membuatmu merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia.
Aku tahu kepercayaan tidak bisa dibangun kembali dalam semalam. Aku tahu kata-kata tanpa tindakan hanyalah angin. Maka izinkan aku membuktikannya hari demi hari, langkah demi langkah. Bukan dengan janji-janji besar, tapi dengan perubahan nyata yang bisa kau lihat dan rasakan.
Terima kasih karena masih di sini. Terima kasih karena masih memberiku kesempatan untuk bernapas di sisimu. Aku tidak akan menyia-nyiakan itu lagi.